Mengenal sedikit akan lensa..

Huuaammmm setelah sekian lama tidak menulis, hari ini entah kenapa ingin mencoba kembali mengisi blog kembali..

Suatu hari ada seorang teman yang bertanya bagaimana menggunakan DSLR, dan...sayapun bingung karena selama ini hanya mencoba dan gagal (trial and error maksudnya.. ;p) maka sayapun mencoba menjelaskan dari sisi lensa karena ketika pembelian buku telah di sertai dengan manual untuk "lebih" mengerti penggunaan body (yang saya yakin "agak sering" dibaca) hehe..

Ada suatu kutipan(ga tau dari mana), “Knowing your lenses means knowing photography”. Dan ya, menurut saya kalimat itu tepat sekali, dengan mengenal lensa anda, anda bisa tau sampai dimana batas keunggulan lensa anda, dan kekurangannya, sehingga anda dapat memaksimalkan kegunaan lensa anda dalam mengambil sebuah gambar..

** FOCAL LENGTH **
Atau sering disebut FL (singkatannya). Focal length adalah satuan ukuran sebuah lensa dimana ukuran tersebut ditentukan daripada panjang – pendeknya jangkauan sebuah lensa..

Sedikit koreksi. Focal length itu adalah jarak nodal point dengan focal planenya. Atau kalau dibayangin adalah jarak titik api dengan sensornya.
FL ini biasanya tertera di lensa dengan ukuran millimeter (mm). Focal length juga dapat dibagi menjadi dua type, FIX dan ZOOM. Dua type tersebut juga tentunya membedakan jenis sebuah lensa. Sebuah lensa zoom, tentunya bisa “maju mundur”, mendekatkan pandangan anda pada sebuah objek, atau menjauhkan pandangan anda dari sebuah objek untuk mendapatkan gambar yang lebih luas. Contoh: 18-55mm adalah sebuah lensa zoom. Dia dapat mengambil gambar dari jarak 18mm sampai dengan 55mm (artinya dari rentang 18 sampai dengan 55 atau yang di camera poket disebut 3x zoom (55/18 =3). Fix atau sering juga di sebut PRIME LENS, adalah sebuah lensa dengan ukuran “mati”. Artinya dia tidak dapat maju mundur, dan hanya bisa mengambil foto dengan jarak tersebut. Contoh: 50mm adalah sebuah lensa fix, dan hanya dapat mengambil foto pada jarak 50mm. Apabila anda ingin mengambil gambar yang lebih luas dan menjauhkan diri dari objek, atau ingin mengambil gambar lebih dekat – maka kaki andalah yang harus bergerak – bukan lensa anda. Sebuah focal length juga dapat juga mengartikan angle of view (sudut pandang) sebuah lensa. Contohnya: 12mm mempunyai angle of view 122 derajat, dan 50mm mempunyai angle of view 46.8 derajat.

Contoh Prime lens :


Dilensa tertulis 50mm f/1.8 dg diameter lensa 52mm


** APERTURE **
Aperture adalah sebuah ukuran BUKAAN lensa. Atau sering disebut dengan rana. Dan kodenya adalah F. Jujur saja, saya tidak tau kenapa namanya F, kenapa tidak X, Y, Z, hehehe. Anyway, F juga biasanya tertera pada lensa dan berguna untuk berbagai hal, antaranya adalah untuk jalur masuk cahaya (semakin besar sebuah F semakin banyak cahaya yang masuk), untuk DOF (Depth of Field – akan dibahas nanti), dan menentukan shutter speed anda – berhubung semakin banyak sinar yang masuk, semakin cepat shutter speed yang anda bisa dapatkan untuk menghindari shake / blur, dan semakin kecil angka sebuah F, maka semakin besarlah bukaan lensanya. F ini dapat membesar (sampai pada ukuran maximumnya) dan (mengecil sampai pada ukuran minimum). Semakin kecil angka sebuah F, artinya semakin besar bukaannya. Misalnya, sebuah lensa dengan F/1.4 mempunyai bukaan yang jauh lebih besar daripada sebuah lensa dengan F/3.5. Sebuah lensa zoom juga bisa mempunyai bukaan (F) yang berbeda pada ukuran zoom yang berbeda. Misalnya: 18-55mm F/4-5.6. Apa artinya ini? Artinya, pada focal length 18mm, maka bukaan lensa tersebut maximum dapat mencapat 4. Dan pada focal length 55mm, hanya dapat mencapai angka 5.6 (lebih kecil). Anda sendiri pun, dapat mengeset F anda sesuka hati, namun tetap terpaut pada angka maximum lensa tersebut – lensa F/4 tidak akan pernah bisa anda set ke 1.4 misalnya, atau 2, atau berapapun yang lebih kecil angkanya daripada 4. Dan angka minimum biasanya sampai dengan F/22. Lebih kecil daripada F/22 maka bukaan (lubang cahaya) pada lensa tersebut sudah hampir tertutup dan sudah tidak berguna untuk meneruskan cahaya ke sensor.
Contoh mudahnya ya seperti pupil di mata anda – yang dapat membesar dan mengecil menyesuaikan dengan cahaya yang ada.

Bukaan pada lensa..



Terlihat jelas semakin kecil angka Fnya semakin banyak cahaya yang diterima dan begitu pula sebaliknya..


** DEPTH OF FIELD (DOF) **
DOF adalah “kedalaman” sebuah pandangan lensa. DOF juga di tentukan oleh Aperture, atau si F tersebut. Sebuah F/1.4 mempunyai kedalaman pandang yang lebih sempit, dibandingkan F/4. Artinya, apabila anda mengambil sebuah foto yang berisi 2 manusia dan satu berdiri di depan dan satu di belakangnya dan anda focus pada orang yang di depan, pada F/1.4 kemungkinan besar orang yang di depan (yang anda focus) akan terlihat jelas dan tajam, namun orang dibelakangnya akan menjadi semu / buram / blur. Ini bukan gangguan pada lensa atau kamera anda, tapi ini adalah kedalaman pandang lensa anda. Apabila anda mengeset pada F/4, dan focus pada orang yang sama, maka kedua orang tersebut – yang depan dan belakang – kemungkinan besar akan terlihat jelas dan sama tajamnya. Itulah sebabnya apabila foto portrait sendiri, banyak orang akan mencari lensa dengan F yang besar (angka F yang kecil), untuk menghilangkan segala bentuk “distraksi” atau gangguan yang dapat menghalangi isolasi sebuah objek. Sedangkan untuk foto pemandangan dimana orang ingin mendapatkan setiap detail – biasanya akan di set pada F/8 sampai F/11.

Contoh DoF..



Dengan bukaan lebar(angka Fnya kecil) Dof akan semakin tipis..
White Balance...
WB.. Alias White balance.. mahkluk apa si itu sebenarnya???
Terjemahan harafiahnya :

"Keseimbangan Warna Putih. Kemampuan suatu kamera digital untuk mengkoreksi warna saat pembidikan pada kondisi pencahayaan yang berbeda, maupun siang hari, dalam ruangan maupun pada cahaya lampu neon."

Haiz apa pula itu...
Nah..Menurut Empuh Arbain Rambey di KFK kompas WB adalah :

"Penyesuaian yang dilakukan oleh kamera agar benda berwarna putih akan terekam putih dengan cahaya berwarna apa pun."

Dan berikut penjelasannya...

Mengapa putih

Alasan mengapa warna putih yang dipilih sebagai dasar koreksi adalah karena hanya warna ini yang absolut pada perubahan. Diberi cahaya kuning dia akan jadi kuning dan seterusnya. Sedangkan warna lain, kalau diberi warna kuning, akan berubah jadi warna baru yang sangat tidak terukur. Masalah terukur ini jadi penting karena kita perlu tolok ukur asli untuk mengoreksi agar warna bisa kembali ke aslinya. Hanya warna putih yang akurat. Tak ada putih muda, putih tua, putih kekuningan, atau putih kehijauan. Putih ya putih, titik.

Dalam sebuah kamera digital, ada fungsi pengaturan WB. Pengaturan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan cahaya yang kita pakai. Kalau pengaturan benar, warna pada foto kita akan akurat.

Pada kamera amatir, pengaturan semata berdasarkan simbol-simbol. Pilihlah simbol matahari kalau cahaya yang menyinari foto kita adalah cahaya matahari. Pilihlah simbol lampu pijar kalau memang cahaya yang menyinari foto kita adalah cahaya dari lampu pijar, dan seterusnya.

Simbol-simbol lain adalah gambar neon untuk pencahayaan dengan lampu neon, gambar petir untuk pencahayaan dengan lampu kilat, gambar awan untuk pencahayaan pada cuaca berawan, serta gambar rumah yang sebagian tercahayai untuk foto di tempat teduh.

WB otomatis

Ada satu lagi pilihan, yaitu AWB (auto WB, atau WB otomatis) alias berdasarkan kesimpulan sang kamera. Hati-hati dengan pilihan AWB ini karena kamera bisa salah mengambil kesimpulan seperti terlihat pada Foto 2. Pada Foto 2A, cakram kuning terekam kuning pada AWB karena ada putih dan abu-abu yang jadi pembanding. Tapi manakala tidak ada pembanding alias kita memotret cakram kuning dalam jarak sangat dekat, cakram kuning itu akan direkam jadi putih oleh kamera yang diset AWB.

Pada kamera profesional, pengaturan WB bisa dilakukan dengan lebih akurat, yaitu dengan mengatur derajat Kelvin dari cahaya yang mencahayai foto kita. Cahaya matahari siang bersuhu sekitar 5.500 derajat Kelvin, cahaya neon sekitar 4.000 derajat Kelvin, cahaya lampu pijar sekitar 3.000 derajat Kelvin, dan seterusnya.

Kesalahan mengatur derajat Kelvin akan berpengaruh terhadap kesalahan warna pada foto kita. Misalnya kamera diset dengan 3.000 derajat Kelvin (lampu pijar), tapi dipakai memotret pada cahaya matahari, foto yang dihasilkan akan total berwarna kebiru-biruan.

Sebaliknya, kalau kamera diset untuk matahari (5.500 derajat Kelvin), tapi dipakai memotret dalam ruangan yang diterangi lampu pijar, foto yang dihasilkan akan kekuning-kuningan.

Maka, kalau foto kita kekuningan, artinya pengaturan derajat Kelvin kamera kita terlalu tinggi. Turunkanlah pengaturannya, misalnya dari matahari jadi neon, atau dari neon menjadi lampu pijar. Pada pengaturan profesional, kecilkan angka derajat Kelvinnya, misalnya dari 5.000 menjadi 3.000.

Demikian pula sebaliknya. Kalau foto kita kebiruan, ubahlah set kamera kita dari lampu pijar menjadi neon atau dari neon menjadi matahari. Dalam pengaturan profesional, naikkan angka derajat Kelvinnya, misalnya dari 3.000 menjadi 5.000.

Untuk fotografi panggung, pilihlah WB 5.500, alias sama dengan cahaya matahari, agar merah terekam merah dan biru terekam biru seperti pada Foto 3.

Pemotretan panggung memang umumnya permainan warna sehingga itu harus direkam apa adanya. Pemilihan WB 5.500 derajat Kelvin adalah titik pilihan agar semua rentang warna bisa terekam dengan baik.

Pada pemotretan pemandangan pagi, ada baiknya pengaturan sengaja dibuat salah. Cahaya pagi bersuhu sekitar 4.500 derajat Kelvin, maka kalau kamera diset ke cahaya matahari, hasil fotonya akan kekuningan. Suasana pagi terekam.

Tapi, untuk hasil yang lebih kuning lagi (kesan hangat), kamera bisa diset ke 6.000 atau bahkan 7.000 derajat Kelvin.

Dan.. ini contoh jepretannya.. :D semua foto di bawah di ambil dengan Iso 200,1/100s,f/8




Incandescent(Approximate 3.000K)


Fluorescent(cool white)(Approximate 4.200K)


Direct Sunlight (Approximate 5.200K)


Flash(Approximate 5.400K)


Cloudy(Approximate 6.000K)


Shade(Approximate 8.000K)


Source :

http://kfk.kompas.com/blog/2009/04/22/memahami-white-balance-pada-kamera-digital-12700

http://www.cambridgeincolour.com/tutorials/white-balance.htm


Model Session..
Ketika pulang ke kampoeng halaman dan mempunyai waktu sengang dengan camera canon ps sx10is memberanikan diri memotret seorang teman.. dan inilah hasilnya...


























Another sunset..
Kumpulan foto sunset lama yang tersimpan di hdd dan fb..

hunt di gang tani sambil bersepeda..
























































Sunset di binus dari lantai 6 kost gw..









































Sunset di pantai kura-kura



My Nikon d90
Setelah kehilangan kamera dslr pertama gw dengan lensa2 berserta tasnya sekian lama, akhirnya gw memutuskan untuk berganti "agama" dan membeli nikon d90 kit.. Bergerak ke mangga dua mall ke Metro elektronic dengan info secukupnya. Setelah mencapai tempat tesebut terjadilah "perang" harga antara gw dan ko herman selaku pemilik.. Setelah perang tersebut dicapailah suatu angka yang merupakan win win solution untuk ke kedua belah pihak(rugi di gw c sebenernya) haha.. Ok.. skip.. ini lah hasil nya.. :D